Panasonic Lumix DMC-GF3 Review 21 Juni 2011
Posted by uungferi in Artikel.Tags: Panasonic Lumix DMC-GF3 Review
trackback
![]() |
| Panasonic Lumix DMC-GF3 Review |
Wowwwwww,…. Tahun 2011 ini telah banyak bermunculan kamera berukuran kecil dengan kualitas tingga serta fitur yang bejibun. Seperti yang telah di produksi oleh Panasonic dengan tipe kamera terbarunya yaitu DMG-GF3. Untuk saat ini GF3 terbilang paling ringan diantara kamera sejenis lainya, hanya 7.83ons atau 221 gram saja. Sedangkan bicara soal ukuran GF3 lebih kecil dan lebih ringan dari pendahulunya GF2. GF3 merupakan penyempurnaan seri sebelumnya GF1 dan GF2. Nah, untuk seri GF3 ini masih dalam kategori kamera digital interchangeable lens camera atau bahasa kerenya bisa dig anti dengan lensa-lensa yang kompatibel. Kemampuan dan kualitas GF3 hampir setara dengan DSLR.
Jangan salah GF3 termasuk kamera yang kecil-kecil cabe rawit lhooo… sensor yang dimilikinya mencapai 12,1 Megapixel Live MOS kemudian ditopang dengan image prosesor Venus Engine FHD. Dalam situasi cahaya rendah GF3 dapat menangkap dengan baik sebuah objek foto. Beberapa fitur yang memudahkan pemakainya adalah system focus kontras AF dengan 0,18 detik, Light Speed AF. Kemudian fitur andalan dari Panasonic yaitu IA (intelligent Auto), ISO Control, Scene Selector, Face Detection, AF Tracking, D-Range, Resolusi Control serta MEGA OIS.Berbicara teknologi untuk saat ini hampir semua kamera tipe baru telah dilengkapi dengan video control. Termasuk GF3 ini, kemampuan dalam merekam video hingga 1920×1080 full HD yang tersimpan dalam format AVCHD.
Fitur Dust Reduction System ini dapat mengeleminir goyang pada saat pengambilan gambar.
Sumber foto http://www.dpreview.com
Panasonic GF3 specification highlights:
- 12MP CMOS sensor (standard Four Thirds size)
- ISO 160-6400
- 3.8 fps continuous shooting (2.8 fps with live view)
- GF2-style touch screen interface
- 1080i60 AVCHD shooting (from 25p sensor output)
- All-area AF point selection
- ‘Pinpoint’ AF mode (magnifies focus point to allow confirmation and fine-tune of AF position)
- Tracking AF in video mode
- Picture-in-picture manual focus magnification
- 460k dot LCD
Key differences (compared to GF2)
- iA+ automatic mode with more user control
- Smaller, lighter, body
- No rear click control dial (combined dial / 4-way controller instead)
- Smaller battery
- Picture-in-picture magnified manual focus mode
- ‘Pinpoint’ AF mode
- Tracking AF in video mode
- Photo Styles (color response presets as used in G3, offering better control than GF2)
- Creative Filters (including new Miniature mode)
- ISO 160 base ISO (rather than ISO 100)
- 3.8 fps maximum continuous shooting rate, rather than 3.2 fps
- Mono microphone, rather than stereo
- No flash hot shoe
- No EVF port





Komentar»
No comments yet — be the first.