jump to navigation

5 Langkah Dalam Foto Macro 26 Juni 2011

Posted by uungferi in Artikel.
trackback
 ”Mungkin saya adalah orang ke seratus bahkan ke seribu dalam menulis artikel tentang foto makro, namun saya mencoba memberikan beberap tips sederhana seperti yang biasa saya lakukan, dengan segala kerendahan hati saya mencoba sharing dengan teman-teman semua lewat blog ini” 

Macrophotography atau yang biasa kita kenal dengan fotografi macro adalah sebuah gambar/foto dengan objek benda-benda kecil termasuk satwa kecil. Objek macro bisa kita jumpai diberbagai tempat dan lokasi. Namun untuk menghasilkan sebuah foto macro yang bagus pemilihan lokasi juga wajib diperhatikan. Karena hal ini berkaitan dengan komposisi dan warna yang dihasilkan nantinya. Berikut langkah sederhana yang biasa saya lakukan dalam membuat foto macro :
Gumpalan Kecil Embun Pagi
  1.  Waktu pemotretan sangat disarankan pagi hari 06.00-09.00 WIB atau sore 16.00-17.00 WIB, karena pada jam-jam tersebut intensitas cahaya matahari tidak terlalu keras. Memang yang paling tepat adalah dipagi hari, jelas daun, kelopak bunga atau benda pendukung lainya masih terlihat segar. Kemudian dari segi objek binatang juga belum terlalu aktif bergerak, foto macro tidak seperti foto lainya karena objek cenderung sangat kecil dan kita juga harus jeli dan ekstra hati-hati dalam berjalan agar objek tidak bergerak pergi. Jarak pengambilan juga menjadi pertimbangan, karena setiap binatang mempunyai circle of fear (COF) atau jarak maksimal antara kita dan binatang tersebut. Apabila kita melebihi batas COF mereka akan pergi dengan cepat.
  2. Lensa merupakan alat yang paling vital dalam foto macro. Dalam hal ini sangat disarankan untuk menggunakan lensa-lensa macro. Perlu diingat bahwa objek yang akan kita bidik berukuran sangat kecil dan dibutuhkan jarak yang sangat dekat. Kemampuan lensa macro dapat mengambil gambar atau focusing dengan jarak 3 cm. Tak perlu khawatir bagi yang belum mempunyai lensa macro. Ada cara sederhana bin murah yaitu dengan teknik reverse lens atau biasa dikenal dengan cara membalik lensa. Demi keamanan lebih baik kita menggunakan ring lens yang banyak dijual. Kompensasinya adalah auto focus idak berfungsi, justru ini akan melatih kepekaan kita.
  3. Gunakan flash, dalam beberapa hal memang dibutuhkan flash. Seperti misalnya untuk mengejar catch light pada mata binatang agar terlihat lebih hidup. Flash juga sangat membantu apabila speed kamera dalam kondisi rendah karena dapat membekukan objek. Apabila peralatan macro seperti ring flash sudah kita miliki itu sangat bagus. Namun flash yang kita gunakan tidak perlu khusus, karena sifat flash dalam foto macro hanya untuk fill in saja. Kita juga bisa menggunakan flash built in yang terdapat di kamera. Namun cahaya yang dikeluarkan flash built terlalu keras, ini akan menimbulkan efek bayangan yang kurang sedap dilihat. Untuk mengatasi hal tersebut kita dapat mengurangi pada menu flash exposure compensation di angka -2. Cara lain adalah menggunakan diffuser flash, apabila kita belum memiliki diffuser bisa kita gunakan pula dengan tissue / lens tissue yang kita pasang menutupi flash. Hati-hati dengan tissue karena dapat terbakar oleh panas yang dikeluarkan oleh flash.
  4. Perhatikan soal aperture, meskipun impact aperture berbeda ketika kita melakukan foto model atau objek besar lainya apalagi foto landscape. Sebagai contoh pada diafragma f4, f5 yang kita terapkan dalam foto model akan menghasilkan gambar yang tajam. Lain halnya dengan foto macro pada f8 saja terkadang masih ada bagian yang terlihat belum tajam. Ini disebabkan oleh DOF (depth of field) yang sangat sempit karena jarak lensa dengan objek terlalu dekat. Oleh sebab itu pastikanlah aperture disesuaikan dengan objek yang kita bidik. Semisal dalam pengambilan objek jenis serangga seringnya dibutuhkan aperture kisaran f8-f10.  
  5. Latih pernafasan, ini adalah tahap final. Mungkin anda bertanya kenapa harus berlatih nafas…? Dalam hal ini kita ditekankan menahan nafas 1 detik sebelum shutter di pencet dan 3 detik sesudah shutter dipencet. Ternyata dengan menahan nafas badan kita cenderung lebih stabil dan foto yang kita hasilkan juga akan lebih tajam karena tidak ada gerakan pada saat shutter ditekan. Tentunya dengan posisi tubuh kita yang sudah nyaman dan ruang gerak tidak terlalu ribet. Hukum rule of thumb tetap berlaku dengan speed minimal 1/focal length X crop factor. Selamat mencoba, semoga bermanfaat… (www.uungferi.com)  
all Photo by Uung Feri N
About these ads

Komentar»

1. Huzni - 26 Juni 2011

nice share gan…

2. uungferi - 27 Juni 2011

thanks om husni semoga bermanfaat

3. RIS_GOTIM07 - 8 Agustus 2011

heheheh nice tips… sayang gpunya lensa macro.. hiks


Yang Komen Dapat Ucapan Terimakasih Beuudd..!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.634 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: