Jupiter MX Techno Fighter (Katanya…)

Artikel

YAMAHA JUPITER MX 2005 (PURWOKERTO)

Sob,… bicara soal konsep modifikasi motor Siswo Wiwin Winoto sang empunya bengkel Wins Paddock bisa dibilang sempurna dan perfectionis. Terlebih dalam hal memilih konsep yang bakal diterapkan pada proyeknya, hmmm… dijamin super hati-hati dech. Termasuk pada Yamaha Jupiter MX tahun 2005 milik Hansen Kurniawan warga Jl. HR. Boenyamin 171 Purwokerto kali ini,…. coba kita jabarkan berdasarkan konsep yang diyakini oleh Wiwin.

Antara streetfighter, racing look dan teknologi menjadi tantangan tersendiri buat Wiwin, memadukan beberapa aliran bukan hal mudah sob,…. “Pastiya, karena gaya balap dan streetfighter gampang-gampang susah, Apalagi kalau dicampur aduk dengan system teknologi” kata Wiwin.
“Aku sangat suka dengan racing look, pokoknya yang berbau balap itu yang paling aku demen dech” maunya si pemilik motor bernama Hansen. Bukan berarti Hansen itu maniak bangeettt sama motor street performance, “Aku cuma demen dengan style dan konsep warna pada besutan motor balap” kata Hansen yang juga hobi dengan ikan Arwana. Asal namanya jangan diganti menjadi Hansen Arwana, itu kan Tukul Arwana, wkakakakakakakaka…. He… he…

Sensor Bayangan Robotik
2011 adalah era digital, banyak perangkat yang dibuat dengan system digital pula, bukan begitu sob,….???  Termasuk pada Jupiter ini, Sistem robotic sedikit diterapkan disini mulai dari cover depan yang didesain mirip dengan transformer. Hebatnya lagi sensor bayangan robotic juga diterapkan,…. WRM Blog juga sempat kaget pada saat pemotretan, pas mau nyamperin motor ternyata mengeluarkan suara hallo welcome, hello welcome,… Sensor dapat bekerja hingga bayangan orang lewat dengan jarak 3 meter. “Bukan hanya itu sensor itu juga di pasang di bagian tengah, jadi kalau motor mau dihidupkan juga akan mengeluarkan suara yang sama” jelas Wiwin. Sensor LED LDR juga terpasang, sensor ini bekerja pada sore hari menjelang malam. Singkatnya, pada ruang gelap atau pada malam hari lampu LED LDR akan menyala dengan sendirinya tanpa harus menyalakan tombol lampu. Hmmmmmm……….

Kopling Hidrolik
Satu lagi inovasi dari Wins Paddock yaitu kopling hidrolik. System kopling menggunakan kabel mulai ditinggalkan oleh WP, pasalnya terlalu ribet kalau pas lagi perjalanan jauh mengalami putus pada kabel kopling. Makanya system ini diganti menggunakan system hidrolik. Peranti yang digunakan juga gampang di cari dan diaplikasikan yaitu hanya menggunakan cara kerja rem cakram atau tekanan oli saja. Braket pada tuas dibuat sama persis dengan system kerja rem cakram. “Pada saat tuas kopling ditarik maka pada tuas kopling dibagian carter mesin juga akan menarik tuas kampas kopling” ungkap Wiwin. Keuntunganya tarikan kopling lebih ringan ketimbang pakai kabel.

KONDOM APRILIA
Sebenarnya bukan masalah harga atau biaya, mengejar up side down aprillia Wiwin tinggal pasang kondom dan sedikit memodifikasi pada bagian bawah bottom sokbeker aslinya. “Biar jelek kalau hasil karya sendiri itu kan lebih memuaskan batin. Upside down boongan ini juga atas permintaan Hansen sendiri lho” rendah Wiwin.

Uung Feri N – Puerto Rico of Java

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Bridgestone 120/60-17
Ban belakang : Bridgestone 190/60-17
Pelek : Suzuki Hayabusa
Sok depan : Model Aprilia
Sok belakang : Yoko
Setang : X1
Cakram : Disc Racing one
Kaliper : Brembo
Selang : Kitaco
Underbon : Yoshimura
Cat : Super White Siralic

MODIFIKATOR
WINS PADDOCK
Jl. Sunan Ampel Pabuawaran
Purwokerto
Hp. 081548886755

28 pemikiran pada “Jupiter MX Techno Fighter (Katanya…)

  1. “System kopling menggunakan kabel mulai ditinggalkan oleh WP, pasalnya terlalu ribet kalau pas lagi perjalanan jauh mengalami putus pada kabel kopling. Makanya system ini diganti menggunakan system hidrolik.”
    ga yakin motor ini bakal dibawa untuk perjalanan jauh :-)

  2. Hebat. Mirip transformer bentuknya. memang dari sisi detail kerapihan masih agak kurang (misal di file mx-techno-hansen_wp-11/) tapi secara keseluruhan ini design yang bener2 new. efek moge menonjol dari bodi yang kekar dan ban belakang yang super lebar.

    tapi ternyata pemilik dan designernya melupakan hal penting dan utama. misalnya sein, kaca spion dan spidometer. hal ini terkadang akan lebih merugikan pengendara yang lain karena sang pengemudi motor tiba2 bermanuver tanpa memberi tanda. Lalu tanpa adanya perangkat spidometer, pengemudi akan cenderung menggeber gasnya dan indikator bensin? tentunya akan menyulitkan pengemudi jika pada malam hari motornya mogok kehabisan bensin ditempat yang tidak ada SPBU.

  3. hmm, biasanya saya gak suka dengan motor modif yg skedar ngejar tampilan, tapi yg satu ini saya suka karena inovasi2nya :mrgreen:

    tapi yg saya gak suka yah….kayak yg dibilang bro retaildesign :minus sen, kaca spion, dan spidometer……..bener2 kurang safety kalo kata saya

Yang Komen Dapat Ucapan Terimakasih Beuudd..!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s